Kekonyolan yang Sering Aku Alami (Part 2)
Kedisiplinan yang sulit untuk aku terapkan. Mungkin seperti itu 😅

Aku sedikit heran dengan tingkahku sendiri 🤔.
Kenapa aku selalu kesulitan merencanakan sesuatu? Setiap kali mencoba rapi dan terstruktur, rasanya itu selalu sulit tercapai.
Apa ini ada hubungannya dengan
Chaos is Better
? 😅
Entahlah, aku juga tidak tahu.
Sebenarnya postingan ini bukan lanjutan langsung dari Kekonyolan Yang Sering Aku Alami . Tapi biar lebih asik (dan konsisten setidaknya di judul 😁), aku bikin saja Part 2.
Mencoba Terstruktur, Tapi Selalu Chaos
Kasus di
Chaos is Better
agak berbeda, karena itu murni catatan pemikiran.
Di sini aku lebih ke mencoba membuat rencana belajar: tracking progress, aktivitas harian, dan sejenisnya.
Aku juga tidak merasa overplanning. Biasanya aku cuma merencanakan satu hari sebelumnya, dan itu pun super ringkas. Contohnya:
- Besok belajar JavaScript: async/await
Sudah, sesimpel itu.
Tapi keesokan harinya, begitu PC nyala dan aku cd Learning, entah kena jin dari mana, refleks tanganku malah nvim main.py 😅.
Hasilnya? Empat jam belajar Python, kadang sampai sore. Artinya, rencana sebelumnya sama sekali tidak dilakukan.
Tidak Hanya Sekali, Tapi Berkali-kali
Hari berikutnya kejadian serupa terulang.
Malamnya aku kepikiran:
“Eh, bukannya tadi aku rencananya belajar JavaScript ya? Kok malah Python?”
Oke, aku anggap saja saat itu memang lagi mood Python 😁. Aku tidak memaksa diri, lalu di Catatan Harian aku tulis:
- Besok lanjutin todo list Python (yang belum selesai, sisanya tinggal delete)
Sederhana. Cuma satu poin.
Besoknya? Kejadian aneh lagi.
Setelah cd Learning, aku tidak langsung buka file Python. Iseng buka browser, dan di sana terpampang logo kecil dokumentasi Astro.
Di kepalaku langsung muncul pikiran:
“Kayaknya seru bikin todo list pakai Astro.”
Tanpa pikir panjang, balik ke terminal:
npm create astro@latest ./todo-list
Dan ya… keasyikan lagi sampai sore 😅.
Kayaknya Bakalan Infinite Loop 😅
Aku rasa ini sulit dihindari.
Padahal aku tidak lupa rencana awalku, tapi sepertinya otakku selalu mengaktifkan mode autopilot.
Aku sebenarnya tidak terlalu keberatan dengan itu. Tapi dampaknya, aku jadi merasa seperti orang yang tidak pernah konsisten dalam banyak hal.
Sisi Baik yang Aku Ambil
Daripada terus berlarut-larut dalam kebingungan, mungkin sisi baiknya adalah:
aku tetap belajar, walaupun tujuannya sering tidak jelas 😅. Dan itu jelas lebih baik daripada tidak belajar sama sekali.
Meski begitu, kadang aku iri melihat orang lain yang konsisten:
catatannya rapi, tugas dan rencana jelas, ada goals kecil, progresnya kelihatan.
Tapi ya… apa daya. Sepertinya aku memang tidak seberuntung mereka 😅.
Apa Selanjutnya?
Aku tidak tahu pasti.
Mungkin aku akan mencoba untuk tidak terlalu peduli. Atau mungkin aku perlu mencari cara lain. Aku juga belum tahu 😅.
Terima kasih buat yang meluangkan waktu membaca tulisan yang (mungkin) tidak ada isinya ini 😅.
Nantikan juga Part 3 (kalau ada). Biasanya sih, seperti yang sudah-sudah: direncanakan satu hal, hasilnya malah jadi hal lain.
